DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

MAINMAIN

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Bisa Full Court Man to Man Defense Sejak Kuarter Pertama
Regulasi Sistem Defense Baru Untuk Pertandingan Lebih Seru
Dbl Indonesia - 29 May 2019
Dengan sistem defense baru, para pelatih menjadi punya skema bermain yang lebih banyak

DBL Indonesia selaku penyelenggara Honda DBL 2019 terus berinovasi untuk mengasah kemampuan para peserta. Musim ini sistem defense baru diterapkan. Tujuannya setiap tim bisa memaksimalkan kemampuan, agar tercipta pertandingan yang lebih kompetitif.

Musim sebelumnya, tim yang sedang bertahan diwajibkan melakukan half court man to man defense sepanjang kuarter satu sampai tiga. Lalu, di kuarter empat, tim yang bertahan boleh melakukan full court man to man defense.

Nah, musim ini, tim yang bertahan bisa langsung melakukan full court man to man defense sejak tip-off. Artinya, mereka bisa langsung melakukan pressing sejak kuarter pertama.

Namun, jika selisih poin sudah mencapai 15 poin atau lebih, maka regulasi respect the game akan berlaku. Regulasi ini akan membuat tim yang unggul 15 poin atau lebih wajib bertahan di dalam area two point field goal. Jika melakukan pressing yang keluar dari area tersebut, maka tim yang tertinggal akan mendapatkan satu free-throw dan penguasaan bola.

Respect the game tidak akan berlaku bila skor berhasil terkejar atau tidak lagi selisih 15 poin. Sehingga, tim tersebut bisa melakukan defense keluar dari area two point. Bisa kembali melakukan half court man to man defense atau full court man to man defense.

Menurut Basketball Operation DBL Indonesia Muhammad Iqbal, perubahan regulasi tak lepas dari visi DBL Indonesia yang ingin memunculkan potensi-potensi basket secara maksimal. Baik dari sebuah tim maupun secara perseorangan melalui kompetisi yang semakin kompetitif.

“Dengan sistem defense yang baru ini, para pelatih jadi lebih fleksibel dalam mengatur strategi,” kata Iqbal. “Mereka (para pelatih, Red) juga jadi memiliki banyak opsi dalam bertahan maupun menyerang,” tambahnya.

Hal ini disambut antusias oleh para pelatih di Honda DBL 2019. Salah satunya pelatih dari SMAN 1 Puri, Mojokerto, Ony Octariza. Menurutnya, dengan sistem defense yang baru ini membuat karakter timnya lebih keluar. Apalagi, SMAN 1 Puri, Mojokerto dikenal sebagai tim dengan fisik yang sangat luar biasa selama penyelenggaraan Honda DBL East Java Series.

“Kita jadi memiliki banyak variasi defense dan serangan balik. Tapi tetap, kita harus mempertimbangkan situasi dan kondisi lawan di lapangan,” jelas Ony.

Selain Coach Ony, pelatih dari SMAN 7 Banjarmasin, Muhammad Hadra juga menuturkan bahwa sistem defense yang baru ini akan membuat pertandingan semakin seru.


“Dengan sistem bertahan baru ini, tiap-tiap tim bisa langsung all-out sejak kuarter pertama,” tutup coach Hadra. (*)

  RELATED ARTICLES
Comments (0)