ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

MAINMAIN

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Cerita Sophia Rebecca Sepulang dari FIBA 3x3 World Cup 2019
Lebih Berani Hadapi Big Man, Pede Tembakan Tiga Angka
DBL Indonesia - 26 June 2019
Sophi mendapatkan banyak pelajaran penting sepulangnya dari FIBA 3x3 World Cup 2019 (foto: dokumen pribadi)

Nama Sophia Rebecca kian melambung. Ini setelah anggota skuad Honda DBL Indonesia All-Star 2018 itu mewakili Indonesia di ajang FIBA 3x3 World Cup 2019. Di ajang itu, selain Sophia ada juga tiga orang lainnya yang juga alumni Honda DBL Indonesia All-Star (baca: Empat Alumni Honda DBL All-Star Ikuti di Kejuaraan Dunia FIBA 3x3).

Sebenarnya berlaga di kompetisi 3x3 bukan hal baru buat Sophi, sapaan Sophia Rebecca. Dara kelahiran Jakarta, 18 Desember 2001 itu pernah mewakili SMAN 28 Jakarta berkompetisi di Loop 3x3 Competition 2017. Ajang itu juga merupakan kompetisi basket 3x3 di Honda DBL.

Di kompetisi tersebut, penampilan Sophi cemerlang. Tak hanya mampu mengantarkan timnya menjuarai kompetisi, dia juga berhasil menjadi most valuable player (MVP). Torehan prestasi itu mengantarkannya pada kesempatan yang super keren! Bertemu sekaligus mendapatkan pelatihan khusus dari Dušan Domović Bulut di Loop 3x3 Competition National Camp.

Seperti diketahui, Dušan merupakan pemain basket asal Serbia yang menduduki peringkat satu dunia untuk ajang 3x3 FIBA. Permainan gemilang Sophi juga membuatnya terpilih masuk dalam squad Loop 3x3 All-Star. Tim All-Star itu berangkat ke Amerika Serikat.

Sepulang mewakili Indonesia di ajang FIBA 3x3 World Cup 2019 di Ulan Bator, Mongolia, Sophi membagi pengalaman serunya untuk pembaca DBL.id. Berikut wawancaranya:

 

Halo! Baik-baik aja nih, hehe

Jadi, kami berempat itu langsung dipilih oleh Kak Tri Hartanto. Kak Tri ini juga pelatihku sebelumnya. Kami bertiga yaitu aku, Adel (Adelaide Wongso), dan Kak Elen (Valencia Angelique) memang udah dikenal sama beliau. Jadi beliau juga udah tahu gimana permainan kami. Akhirnya Kak Tri tinggal cari satu pemain lagi. Ketemulah Amel (Amelia Ryan). Tahunya pun dari video Satu Impian DBL Indonesia, yang saat itu kami berangkat ke Amerika. Akhirnya Kak Tri tanya-tanya ke pelatih di Malang dan bergabunglah Amel.

Ya ampun....nervous. Pake banget, banget, dan banget! Apalagi cuaca di sana juga dingin banget. Selain itu, yang bikin lebih gugup, aku belum terbiasa main di 3x3. Lebih sering kan main basket lima lawan lima.

Pertama, shot clock-nya cuma 12 detik. Oleh karena itu, kami harus lebih cepat bergerak. Juga segera mengambil keputusan. Selain itu, 3x3 lebih banyak kontak fisik dibanding lima lawan lima. Padahal, selama ini aku tuh tipe orang yang gak suka body conctact ketika sedang defense.

Waktu sebelum berlaga di Mongolia, aku dilatih Kak Tri defense melawan orang yang gede-gede. Yang rata-rata tingginya 191 cm. Dan mereka defense-nya juga nggak cuma diem aja. Waktu itu latihan body contact jadi kaya makanan sehari-hari. Ya supaya aku lebih kuat mental sebelum bermain lawan pemain 3x3. Yang kita tahu, umumnya mereka punya postur tinggi besar.

Itu yang aku dapat selama latihan. Selama menjaga big man, mereka nggak boleh masuk ke paint area. Harus dipaksa keluar. Sebab kalau lepas, mereka bakal leluasa cetak poin.

Shooting tiga angka! Jujur nih, aku orang yang paling gak pede buat shooting. Sebab aku tipikal orang yang suka bermain drive. Nah, melihat lawanku yang gede-gede, drive bakal sulit banget. Akhirnya aku belajar nembak terus tuh sampe dapet feeling-nya. Dan sekarang, aku udah lebih pede buat shooting.

Yang jelas, semua pertandingan kemarin menjadi pengalaman sangat berharga buatku. Apalagi tim kami menjadi yang pertama bertemu tim USA. Kan bisa jadi beberapa di antara mereka bakal jadi pemain WNBA. Jadi, itulah momen yang paling nggak aku lupain seumur hidupku. Rasanya bersyukur banget.

Aku belajar dari kesalahan-kesalahan dan pengalaman selama bertanding kemarin. Menurutku itu bekal buat pertandingan selanjutnya. Bukan cuma bekal untuk mengikuti kompetisi 3x3 aja. Tapi juga bekal untuk seluruh pertandingan basket yang akan aku hadapi. Salah satu kelengahanku selama main kemarin adalah lupa box out. Jadi, pertandingan selanjutnya aku bakal lebih rajin box out.

Buat teman-teman DBLku, gaada yg mustahil kok! We could be anything we want to be if we try hard. Terus berlatih jangan berhenti karena usaha gaakan mengkhianati hasil kok. Jangan lupa terus berdoa karena semua itu anugerah dari Tuhan.

  RELATED ARTICLES
Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL PARTNERS
OFFICIAL SUPPLIERS